Alim Studio

Blog

Prompt engineering yang berguna di produk nyata

Tips menyusun prompt yang stabil untuk fitur produksi: batasan, format output, dan fallback saat model gagal.

Alim Rahman

Tanggal terbit
Waktu baca
5 menit baca
Total dilihat
1 dilihat

Prompt produksi beda dari eksperimen chat. Ia harus deterministik cukup, punya format keluaran jelas, dan siap menghadapi input kosong atau aneh.

Definisikan peran, konteks, batasan, dan skema output. Untuk JSON, validasi hasil di backend. Jangan percaya model selalu patuh format.

Simpan versi prompt seperti kode. Catat perubahan, bandingkan hasil, dan rollback kalau kualitas turun. Prompt tanpa versioning mudah jadi misteri.

Sediakan fallback: retry terbatas, template default, atau eskalasi ke manusia. UX yang baik tidak membiarkan user melihat error mentah dari model.

  • prompt
  • llm
  • product